PESONA DAN PETUAH CINTA YANG ADA DI DALAMNYA
Haloooo….
Assamualikum semuanya
Perkenalkan
saya kembali saya Rizki Putri, mahasiswa universitas mataram, baik, saya disini
hanya ingin bercerita tentang kebudayaan lagi, iya tidak lain dan tidak bukan
berkaitan dengan kebudayaan lagi guys….
Pada
blog sebelumnya saya menceritakan tentang perjalanan ekspedisi saya mencari
sebongkah permata kebudayaan di sebelah utara KLU, dan pada kesempatan blog ini
saya juga akan menceritakan sedikit pesan indah yang disampaikan naskah kuno
kepada saya serta bagaimana naskah kuno itu terus dapat dijaga
Pada kesempatan kali ini saya
menceritakan tentang kesan perjalanan
indah saya mengunjungi seorang yang hebat , seseorang yang peduli akan
budayanya, serta meginspirasi dan merasa sangat amat tertampar karena malu saya
sebagai generasi muda belum bias mengembangkan kebudayaan bahkan kadang malu
untuk mengungkapkan keindahan
Perjalanan saya mencari pesan cinta
naskah kuno, saya mengunjungi orang yang sama di tulisan saya sebelumnya yaitu
Datu Artadi, di tulisan sebelumnya saya menceritakan perjalanan saya dan
teman-teman mencari naskah kuno, dan di tulisan kali ini saya akan menceritakan
kesan perjalanan saya untuk melakukan tradisi “nyeput”. Perjalanan saya yang
kedua ini menurut saya tidak selancar perjalanan pertama tetapi tentunya
memiliki kesan dan cerita indah di dalamnya
Pada
tulisan kali ini saya sedikit saja menceritakan perjalanan indah saya menjenguk
naskah kuno yang sebelumnya saya datangi, perjalanan saya yang kedua cukup
terkendala dikarenakan waktu pertemuan yang sudah kami rencanakan untuk menemui
tokoh adat ternyata tidak sesuai harapan Karena kesibukan Datu Artadi, sehingga jadwal pertemuan agak
mepet dengan waktu pengumpulan tugas, tetapi tentu adanya kebahagian yang saya
rasakan bersama teman-teman yaitu kami sangt solid, serta semangat kami dalam
mencari naskah kuno tetap kami jalankan walapun hujan serta angin yang begitu
deras, setelah kami sampai di Kabupaten Lombok Utara saya kami menyantap
hidangan terlebih dahulu menyantap pepes
ikan setelah itu berkunjung kerumah ninik datu, sapaan akrab kami.
foto pada saat nyeput
![]() |
| tembang kasmaran |
Pada saat berkunjung ke rumah ninik kami disambut dengan hangat, seperti
biasa disambut dengan senyuman lalu kami diajak berkunjung ke rumah kediaman
beliau yang kedua yaitu di Rumah Jero, disana kami disambut oleh rekan ninik
yaitu Datu Kertajati, beliau merupakan tokoh adat juga di KLU, tak lama berbincang
beliau mengeluarkan 2 naskah kuno yaitu naskah kuno takepan jati suara atau
kasmaran dan naskah kuno tapel adam. Sebelum memulai nyuput atau dalam bahasa
tanjungnya “ jemput” beliau menceritakan terlebih dahulu isi naskah yang akan
di jemput. Naskah kuno yang saya dapat yaitu naskah kuno “kasmaran atau jati suara” beliau menceritakan terlebih dahulu
naskah ini yang membahas tentang naskah
kuno ini merupakan “serat menak” kapling 3. Serat menak ini memiliki 9 jilid
namun yang saya dapat adalah serat menak ini salah satu cerita menceritakan
putri cina yang mencintai paman Rasulullah yaitu Amir Hamzah beliau mendapat cerita tentang kesatria hebat
dari pedagang cina yang pergi ke mekkah. Singkat cerita putri cina mncari Amir
Hamzah ke negeri arab dan mencari paman dari Rosulullah, ada beberapa rintangan
yang dihadapi dan beliau sesampai di mekkah beliau mengetahui bahwa Amir Hamzah
berada di suatu tempat, putri cina ini memiliki kemampuan sirep atau menidurkan
orang dan menculik Amir Hamzah, tetapi beliau dapat selamat dan tinggal
pertarungan antara istri baru Amir Hamzah dan putri cina akhir ceritanya putri
cina ini meninggal dan menyayangkan bahwa putri cina ini meninggal oleh
istri-istri Amir Hamzah yang pertama.
Itu
sedikit cerita mengenai naskah kuno yang saya pilih, setelah naskah kuno ini
dipilih lalu dilanjut dengan “Nyeput”
saya mengambil satu naskah kuno dengan cara bejeput, lalu naskah kuno
tersebut dicakan dengan menggunakan tembang yang bernama tembang kasmaran,
tembang kasmaran ini biasanya menceritakan tentang penikahan atau berbau
percintaan dan jodoh, setelah
ditembangkan ninik datu mengartikan tembang yang sudah di bacakan Datu
Karta, tembang itu bermakna bahwa nasehat
pernikahan dan menceritakan kehidupan perkawinan biasanya kebebasan terampas
dengan artian ada kewajiban yang harus di laksanakan, kebahagiaan yang ada dalam
pernikahan bukan dibuat tetapi dilandaskan dengan rasa cinta atau hati, bahwa
seyogyanya pernikahan itu bukan melihat
pasangan dari ganteng atau cantiknya tetapi dari hati yang paling dalam. Ini merupakan
sedikit cerita yang di jelaskan oleh ninik terkait dengan nyeput naskah yang
saya pilih
“nyeput merupakan kepercayaan yang
dianut sebagian orang, percaya tidak
percaya nyeput diyakini sebagai gambaran kepribadian dan sesuatu yang
akan terjadi.
Takepan
yang
sebenarnya dijadikan sebagai nyeput yaitu takepan yusuf tetapi
disini beliau memberikan kami menjeput 2
naskah dan beliau memaknai naskah tersebut, dari hasil nyeput tersebut menurut
saya gambaran pada saat ini artinya ada bberapa makna serta pengartian yang di
artikan oleh ninik berkaitan dengan
keadaan saat ini dan berkaitan dengan kehidupan.
Dari hasil ekspedisi saya kali ini
yang berkaitan dengan naskah kuno saya
dapat mengaitkan kembali dengan teori sastra. Teori sastra yang saya
kaitkan adalah teori sastra yang berkaitan dengan sosiologi sastra, mengapa
keterkaitan hasil nyuput ini dan naskah ini berkaitan dengan teori sosiologi sastra di krenakan sosiologi
sastra berkaitan dengan kehidupan masyarakat dalam hal ini terjadi dalam
masyarakat yang diekspesikan dalam media bahasa, seperti diketahui hasil nyeput
saya diatas sangat sering terjadi dalam lingkungan masyarakat atau kehidupan
pernikahan, kaena naskah kuno ini merupakan gambaran yang diambil dari
kehidupan yang sudah terjadi dan sring terjadi di masyarakat yaitu berisi
nasehat pernikahan dan bagaimana menjalankan rumah tangga itu tidak mudah seperti
di bayangkan , dan bahagia itu tidak dapat kita buat, kita sebagai insan tidak
boleh terpaku pada kecantikan dan ketampanannya tetapi dari hati, ini merupakan
nasehat yang berisi makna yang mendalam yang diambil dari kisah masyarakat atau
kisah yang lumrah terjadi dalam pernikahan yang ada di masyarakat, sehingga
dikaitkan bahwa teori sosiologi sastra ini menghubungkan karya sastra dengan
aspek masyarakat,, realitas social, cerminan realitas.
![]() |
| dokumentasi bersama tokoh adat KLU |


