Rabu, 13 November 2019

NASEHAT CINTA DARI NASKAH KUNO

NASKAH KUNO : 
PESONA DAN PETUAH CINTA YANG ADA DI DALAMNYA 




Haloooo…. Assamualikum  semuanya
Perkenalkan saya kembali saya Rizki Putri, mahasiswa universitas mataram, baik, saya disini hanya ingin bercerita tentang kebudayaan lagi, iya tidak lain dan tidak bukan berkaitan dengan kebudayaan lagi guys….  


         Pada blog sebelumnya saya menceritakan tentang perjalanan ekspedisi saya mencari sebongkah permata kebudayaan di sebelah utara KLU, dan pada kesempatan blog ini saya juga akan menceritakan sedikit pesan indah yang disampaikan naskah kuno kepada saya serta bagaimana naskah kuno itu terus dapat dijaga
            Pada kesempatan kali ini saya menceritakan  tentang kesan perjalanan indah saya mengunjungi seorang yang hebat , seseorang yang peduli akan budayanya, serta meginspirasi dan merasa sangat amat tertampar karena malu saya sebagai generasi muda belum bias mengembangkan kebudayaan bahkan kadang malu untuk mengungkapkan keindahan  
            Perjalanan saya mencari pesan cinta naskah kuno, saya mengunjungi orang yang sama di tulisan saya sebelumnya yaitu Datu Artadi, di tulisan sebelumnya saya menceritakan perjalanan saya dan teman-teman mencari naskah kuno, dan di tulisan kali ini saya akan menceritakan kesan perjalanan saya untuk melakukan tradisi “nyeput”. Perjalanan saya yang kedua ini menurut saya tidak selancar perjalanan pertama tetapi tentunya memiliki kesan dan cerita indah di dalamnya 

            Pada tulisan kali ini saya sedikit saja menceritakan perjalanan indah saya menjenguk naskah kuno yang sebelumnya saya datangi, perjalanan saya yang kedua cukup terkendala dikarenakan waktu pertemuan yang sudah kami rencanakan untuk menemui tokoh adat ternyata tidak sesuai harapan Karena kesibukan  Datu Artadi, sehingga jadwal pertemuan agak mepet dengan waktu pengumpulan tugas, tetapi tentu adanya kebahagian yang saya rasakan bersama teman-teman yaitu kami sangt solid, serta semangat kami dalam mencari naskah kuno tetap kami jalankan walapun hujan serta angin yang begitu deras, setelah kami sampai di Kabupaten Lombok Utara saya kami menyantap hidangan  terlebih dahulu menyantap pepes ikan setelah itu berkunjung kerumah ninik datu, sapaan akrab kami. 

foto pada saat nyeput

tembang kasmaran
     Pada saat berkunjung ke rumah  ninik kami disambut dengan hangat, seperti biasa disambut dengan senyuman lalu kami diajak berkunjung ke rumah kediaman beliau yang kedua yaitu di Rumah Jero, disana kami disambut oleh rekan ninik yaitu Datu Kertajati, beliau merupakan tokoh adat juga di KLU, tak lama berbincang beliau mengeluarkan 2 naskah kuno yaitu naskah kuno takepan jati suara atau kasmaran dan naskah kuno tapel adam. Sebelum memulai nyuput atau dalam bahasa tanjungnya “ jemput” beliau menceritakan terlebih dahulu isi naskah yang akan di jemput. Naskah kuno yang saya dapat yaitu naskah kuno “kasmaran atau jati suara”  beliau menceritakan terlebih dahulu naskah  ini yang membahas tentang naskah kuno ini merupakan “serat menak” kapling 3. Serat menak ini memiliki 9 jilid namun yang saya dapat adalah serat menak ini salah satu cerita menceritakan putri cina yang mencintai paman Rasulullah yaitu Amir Hamzah  beliau mendapat cerita tentang kesatria hebat dari pedagang cina yang pergi ke mekkah. Singkat cerita putri cina mncari Amir Hamzah ke negeri arab dan mencari paman dari Rosulullah, ada beberapa rintangan yang dihadapi dan beliau sesampai di mekkah beliau mengetahui bahwa Amir Hamzah berada di suatu tempat, putri cina ini memiliki kemampuan sirep atau menidurkan orang dan menculik Amir Hamzah, tetapi beliau dapat selamat dan tinggal pertarungan antara istri baru Amir Hamzah dan putri cina akhir ceritanya putri cina ini meninggal dan menyayangkan bahwa putri cina ini meninggal oleh istri-istri Amir Hamzah yang pertama. 


            Itu sedikit cerita mengenai naskah kuno yang saya pilih, setelah naskah kuno ini dipilih lalu dilanjut dengan “Nyeput”  saya mengambil satu naskah kuno dengan cara bejeput, lalu naskah kuno tersebut dicakan dengan menggunakan tembang yang bernama tembang kasmaran, tembang kasmaran ini biasanya menceritakan tentang penikahan atau berbau percintaan dan jodoh, setelah  ditembangkan ninik datu mengartikan tembang yang sudah di bacakan Datu Karta, tembang itu bermakna bahwa   nasehat pernikahan dan menceritakan kehidupan perkawinan biasanya kebebasan terampas dengan artian ada kewajiban yang harus di laksanakan, kebahagiaan yang ada dalam pernikahan bukan dibuat tetapi dilandaskan dengan rasa cinta atau hati, bahwa seyogyanya pernikahan itu bukan  melihat pasangan dari ganteng atau cantiknya tetapi dari hati yang paling dalam. Ini merupakan sedikit cerita yang di jelaskan oleh ninik terkait dengan nyeput naskah yang saya pilih 
 
                    nyeput merupakan kepercayaan yang dianut sebagian orang, percaya tidak  percaya nyeput diyakini sebagai gambaran kepribadian dan sesuatu yang akan terjadi. 

Takepan  yang  sebenarnya dijadikan sebagai nyeput yaitu takepan yusuf tetapi disini  beliau memberikan kami menjeput 2 naskah dan beliau memaknai naskah tersebut, dari hasil nyeput tersebut menurut saya gambaran pada saat ini artinya ada bberapa makna serta pengartian yang di artikan oleh ninik berkaitan dengan  keadaan saat ini dan berkaitan dengan kehidupan.
            Dari hasil ekspedisi saya kali ini yang berkaitan dengan naskah kuno saya  dapat mengaitkan kembali dengan teori sastra. Teori sastra yang saya kaitkan adalah teori sastra yang berkaitan dengan sosiologi sastra, mengapa keterkaitan hasil nyuput ini dan naskah ini berkaitan dengan  teori sosiologi sastra di krenakan sosiologi sastra berkaitan dengan kehidupan masyarakat dalam hal ini terjadi dalam masyarakat yang diekspesikan dalam media bahasa, seperti diketahui hasil nyeput saya diatas sangat sering terjadi dalam lingkungan masyarakat atau kehidupan pernikahan, kaena naskah kuno ini merupakan gambaran yang diambil dari kehidupan yang sudah terjadi dan sring terjadi di masyarakat yaitu berisi nasehat pernikahan dan bagaimana menjalankan rumah tangga itu tidak mudah seperti di bayangkan , dan bahagia itu tidak dapat kita buat, kita sebagai insan tidak boleh terpaku pada kecantikan dan ketampanannya tetapi dari hati, ini merupakan nasehat yang berisi makna yang mendalam yang diambil dari kisah masyarakat atau kisah yang lumrah terjadi dalam pernikahan yang ada di masyarakat, sehingga dikaitkan bahwa teori sosiologi sastra ini menghubungkan karya sastra dengan aspek masyarakat,, realitas social, cerminan realitas. 
dokumentasi bersama tokoh adat KLU





NASEHAT CINTA DARI NASKAH KUNO

NASKAH KUNO :  PESONA DAN PETUAH CINTA YANG ADA DI DALAMNYA  Haloooo…. Assamualikum   semuanya Perkenalkan saya kembali saya Ri...